Minggu, 27 November 2011

Bulu Tangkis


1.       Perkembangan Bulu Tangkis di Indonesia.
Perkembangan olahraga bulu tangkis di Indonesia mualai merebak sekitar tahun 1930-an ke beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pada tahun 1934 sudah diselenggarakan kejuaraan badminton Jawa Barat dan beberapa kejuaraan lainnya di Pulau Jawa.
                Pada tanggal 4-6 Mei 1951, para tokoh bulu tangkis Indonesia menyelenggarakan kongres di Bandung. Mereka sepakat untuk membentuk badan bulu tangkis tingkat nasional. Maka, terbentuklah organisasi bulu tangkis dengan nama Persatuaan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Ketua PBSI pertama adalah A. Rochdi dan dua wakil ketua, yaitu Soedirman dan Tri Tjondrokusumo. Pada tahun 1953, PBSI secara resmi melamar untuk menjadi anggota IBF.

2.       Latihan Teknik Pukulan Bulu Tangkis
a.       Pukulan Dropshot
Adalah pukulan yang tepat melampaui jaring dan langsung jatuh ke sisi lapangan lawan.
Pukulan dropshot dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain:
1.       Pukulan Dropshot dari Atas
a.       Pukulan Dropshot Secara Penuh
b.      Pukulan Dropshot Potong atau Diiris
c.       Pukulan Dropshot Dicambuk (Flick)
2.       Pukulan Dropshot dari Bawah
b.      Pukulan Smash
Artinya pukulan yang dilakukan dengan menerbangkan shuttlecock ke daerah lawan dengan menjatuhkan sedekat mungkin dengan net.

Pukulan smash dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1.       Pukulan smash penuh
2.       Pukulan smash potong
3.       Pukulan smash melingkar (around the head smash)
4.       Pukulan smash cambukan atau flick smash
5.       Pukulan backhand smash
c.       Pukulan Mendatar
Drive adalah pukulan yang dilakukan dengan menerbangkan shuttlecock secara mendatar, ketinggiannya menyusur di atas net, dan penerbangannya sejajar dengan lantai.
d.      Permainan Net (Netting)
Prinsip permainan net adalah sebagai berikut.
1.       Bola harus diambil di atas setinggi mungkin.
2.       Lambungan bola harus serendah mungkin dengan net.
3.       Jatuhnya bola harus serapat mungkin dengan net.
4.       Bola harus diambil sewaktu masih di atas karena apabila diambil setelah di bawah akan memperlambat tempo permainan dan dapat memberikan kesempatan lawan lebih siap untuk maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar